Resensi film CRAZY BEAUTIFUL YOU

                                      Crazy Beautiful You, Movie Poster.jpg

Sutradara

Mae Cruz-Alviar
Skenario Maan Dimaculangan-Fampulme
Bianca B. Bernardino
Jancy E. Nicolas
Carmi Raymundo
Cerita Rory B. Quintos
Pemeran Kathryn Bernardo
Daniel Padilla
Musik Jesse Lucas
 
Sinematografi Erika Larisma
Gary Alcoseba
Penyunting Marya Ignacio
Perusahaan
produksi
ABS-CBN Film Productions
Distributor Star Cinema
Tanggal rilis
  • 25 Februari 2015
Negara Fillipina





Bahasa             Bahasa fillipina


Crazy Beautiful You adalah film bertema komedi romantis remaja Filipina tahun 2015 yang disutradarai oleh Mae Cruz-Alviar dibintangi Kathryn Bernardo dan Daniel padilla. Dirilis tanggal 25 Februari 2015 di seluruh bioskop Filipina.

    Jackie (Kathryn Bernardo) adalah remaja pembuat onar berusia 19 tahun, karena perpisahan orang tuanya. Dia hanya tertarik dengan fotografi, dan memiliki harapan suatu hari nanti pergi ke New York melanjutkan sekolah dan melarikan diri dari masalah selamanya.
    Suatu malam, Jackie dijebloskan ke dalam penjara setelah melakukan balap liar dengan beberapa remaja lainnya. Ayahnya yang mulai bosan dengan tingkahnya, mengirimnya kepada ibunya (Lorna Tolentino) yang tengah bertugas di Tarlac. Kedua orang tuanya berharap pengalaman ini akan mengubah hidupnya. Namun Jackie, tidak tertarik dan hendak kabur, tapi dihentikan oleh kakaknya yang datang untuk menjemputnya.
Selama perjalanan di mobil, Jackie terus menerus memikirkan alasan ibunya tidak membawanya pergi dulu. Jackie meminta kakaknya berhenti untuk ke kamar mandi di sebuah pasar di mana dia kembali berusaha melarikan diri. Di sinilah dia bertemu Kiko yang ceria (Daniel Padilla), kala itu dia membantu mendapatkan kembali ponselnya dari seorang copet. Dia membayar Kiko untuk mengantarkannya ke teriminal bus terdekat untuk kembali ke Manila, namun dia terkejut ketika dia justru di bawa ke hotel di mana Ibunya telah menunggu. Ternyata Kiko telah lama mengenal Jackie dan merupakan salah satu koordinator sukarelawan misi medis. Dia dipekerjakan oleh ibu dan pak wali kota (yang ternyata juga ayah Kiko), untuk menjadi supir sekaligus penunjuk jalan.
   Jackie kembali mencoba kabur. Dia berhasil menipu Kiko dan memakai mobilnya. Dia mengendarai mobil namun di tengah jalan menyadari ada adik Kiko di dalam mobil. Dia menurunkannya di tengah jalan dan bermaksud meninggalkannya, namun tidak tega dan akhirnya malah menemaninya sampai Kiko datang menjemput.
   Selanjutnya Kiko terlihat membayar denda untuk membebaskan ibunya dari penjara. Di rumah wali kota, Kiko berkata pada Jackie bahwa jika wali kota adalah ayahnya dia tidak akan hidup seperti keluarga terpisah. Sayangnya, dia hidup bersama ibu dan tiga orang adiknya, sekaligus menjadi kepala keluarga. Di sinilah dia berkenalan dengan Marcus (Inigo Pascual), kakak Kiko, via video call. Marcus, sedang belajar di luar negeri, pertama kali mengenal Jackie di Manila saat terjadi balap liar, dan sudah tertarik padanya sejak saat itu.
Kembali ke hotel, Ibu Jackie membuat kesepakatan jika dia berhasil menyelesaikan misi medis selama satu periode penuh, dia siap membayar biaya sekolah Jackie di New York dan akan memberikan kebebasan yang selama ini dia idam-idamkan. Keesokan harinya, Kiko membawa Jackie ke lokasi misi medis di sebuah desa terpencil di gunung, Jackie mengalami kesulitan beradaptasi dengan masyarakan di sana. Setelah ibunya tiba di lokasi misi medis, Jackie menjadi kecewa begitu melihat caranya mengurus seorang anak. Jackie berlari, ibunya mengejar disitulah kemudian dia mengetahui alasan dia ditinggalkan. Ibunya menjelaskan bahwa dia sudah mencoba berbagai cara untuk mengambilnya, namun ayahnya menutup semua jalan. Jackie mengutarakan betapa susahnya tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu dan menyatakan tak akan pernah bisa memaafkannya. Dia memutuskan pergi, namun Kiko mengikutinya.
Kiko membentak Jackie yang terus menerus mengasihani dirinya sendiri seolah-olah dia adalah satu-satunya yang paling menderita padahal orang lain juga merasakan hal yang sama. Telepon Kiko kemudian terus menerus berdering, adiknya mengabarkan bahwa adiknya yang lain berdarah tanpa sebab. Jackie mengantar Kiko pulang dan berkat misi medisnya, memberi pertolongan pertama kepada adiknya. Kiko berterima kasih atas bantuan Jackie dan membawanya ke terminal bus. Tapi dia berubah pikiran dan kembali ke misi medis untuk menyelesaikan kesepatan dengan ibunya supaya bisa ke New York.
Jackie mulai bekerja sepenuh hati untuk misi medis itu dan menjadi kian dekat dengan masyarakat di sana. Dia juga berbaikan dengan ibunya, dan mulai menyadari bahwa dia dan Kiko saling mencintai satu sama lain. Marcus kembali dari Amerika lebih awal dan mengunjungi misi medis. Dia dan Kiko bersaing memperebutkan perhatian Jackie. Namun Kiko akhirnya menyerah kepada kakaknya. Jackie langsung menolak Marcus, karena dia mencintai Kiko. Sedih karena Kiko menyerah dengan begitu mudah, dia menyalahkan Kiko yang tak berjuang demi cinta dan kembali ke Manila. Sementara itu, Marcus menyalahkan Kiko yang selalu menjadi lebih baik darinya. Kiko akhirnya menemui ayahnya dan meminta supaya beliau mau berjuang untuknya, karena dia adalah anaknya.
Jackie dan Kiko yang patah hati menjalani kehidupan masing-masing.
Bapak Wali Kota akhirnya memutuskan untuk meluangkan lebih banyak waktu untuk anaknya Kiko, sementara Jackie sudah tidak ingin pergi ke New York lagi dan memutuskan untuk membantu ibunya dengan kegiatan sosialnya. Marcus dan Kiko berbaikan dan pergi ke Manila untuk menemui Jackie. Kiko menelepon Jackie dan berhasil menemukannya di Manila. Dia mengungkapkan perasaannya kepada Jackie. Merekapun menjadi sepasang kekasih.
Film ini berakhir dengan kebahagiaan Jackie dan Kiko.

Kelebihan dari film ini menurut saya ya itu film ini selain menceritakan kisah cinta sepasang kekasih yang berakhir bahagia namun film ini juga menceritakan tentang ketabahan dan perjuangan seorang ibu dalam mendidik sekaligus memperbaiki hubungannya dengan sang anak (Kathryn Bernardo) walaupun berkali-kali ibu tersebut di tolak oleh anaknya sendiri namun sang ibu tetap berusaha sampai anaknya mau menerima nya kembali dan memaafkan kesalahan ibunya.

Kekurangan film ini menurut saya kurang mengocok perut dengan genre nya yang komedi karena film ini lebih banyak memakai adegan romantis dan sedih.

Komentar